MAIN KE GUNUNG MBAH MARIJAN
Sekedar cerita singkat tentang blog gue ini,sebelum gue cerita ke gunungnya mbah Marijan.
Ini adalah tulisan pertama gue di sebuah blog,yang masih di bilang noob (kalo pas main Mobile Legend). Tapi dengan tekad yang kuat mulai sekarang saya akan mencoba mencurahkan kisah hidup gue di diary elektronik ini, Ya dari pada gue beli buku diary biar agak hemat dikit lah, TAPI,..Etssss..bukan ngirit ini mah, kuota sama harga buku mahalan harga kuota kali. Terus yang bego gue,buku diary apa kuotanya. Udahlah ya cerita gak pentingnya, kita lanjut ke cerita awalnya saja...
Kali ini saya akan menceritakan bagaimana gue bisa di gunung mbah Marijan. Kira-kira kalian tau apa gunungnya mbah Marijan? Yups benar sekali GUNUNG MERAPI yang terletak di 3 kota yaitu Magelang,Boyolali dan Yogyakarta kalo salah mohon dibenarkan, jangan di bully. Karena gue orangnya cengeng.. huu huu huu !!! eiiits kok malah nangis gue.
Kesan pertama gue pas menginjakan kaki di lereng GUNUNG MERAPI ini adalah CAPEK..
gimana gak capek euy, tingginya saja sudah 29000 sekian Mdpl, mending mah gue tidur di rumah yang jelas-jelas lebih enak, hehehe. Tapi sebagai laki-laki sejati gue gak mau kalah sama dedek-dedek gemes yang gue liat pas di bascamp, Yups kita memulai pendakian ini di bescamp selo, Boyolali. Di akhir pekan gini gila banyak bener yang mau muncak, gue pikir sepi gak ada peminatnya.
Gue start awal dari bascamp jam 22.00 WIB, kita memutuskan melakukan traking malam hari agar stamina kita tidak mudah habis terbakar matahari, hahaha. Karena waktu yang mepet aja kali. Buseeet baru saja naik 200 meter ini napas gue udah mau abis aja, kaya orang kena asma, mau gak mau kita harus berhenti sejenak sambil minum segelas air dan di iringi lantunan suara jangkrik.
Eiiiiittsss.... itu bukan minyak tanah ya, itu air minum yang gue taruh dalam dirigen agar lebih hemat tempat. Disini gue sejanak selonjoran sambil liat lampu-lampu penduduk sekitar yang kelap kelip kalo di lihat dari atas sini, GUNUNG MERAPI sendiri memiliki 3 titik pos kalo tidak salah, dan setiap pos ada tempat buat istirahat. Gue sampe pasar bubrah sekitar jam 04.00 WIB hampir menjelang subuh, cepet-cepet dah kita bangun tenda, karena udah gak kuat sama udara dinginnya GUNUNG MERAPI ini. Edyaaaann dingin gila, badan gue sampai gemeteran.
Meski kita udah di dalam tenda dan memakai jaket tebal dinginnya masih nusuk kulit rasanya, tapi bodo amat gue tinggal tidur aja. Saking enaknya tidur gue sampai kelewatan surise broooo. padahal gue nanti-nanti malah udah kelewat aja, tapi tak apalah gue masih bisa menikmati pemandangan yang super gila ini, ibaratnya GUNUNG MERBABU ada satu langkah di depan gue, tinggal gue loncati aja tuh awan, hahahaha. emang lu kira ubin tuh awan.
Rasa capek berjam-jam jalan nanjak akhirnya terbayarkan dengan pemandangan yang super duper menakjubkan, yang biasanya cuma bisa gue lihat di instagram-instagram. Dan sekarang gue bisa lihat secara langsung, sampe-sampe memory kamera full cuma buat foto doang.
Tapi pasar bubrah ini bukan puncak dari GUNUNG MERAPI bro, tapi tempat camp terakhir, soalnya di sini tempatnya lapang banget. Puncaknya sendiri ada di belakang gue yang katanya kalo kesana membutuhkan waktu kurang lebih satu jam perjalanan, tapi untuk melakukan sumit ke puncak sebenarnya di larang,karena batas pendakian hanya sampai pasar bubrah. Namanya orang sudah sampai disini tapi gak ke puncak seperti sayur tanpa garam kurang enak kurang sedap, dari itu inul goyang, agar semuanya senang, bagi yang kurang berkenan, maafkanlaaaah. Eitttss kok gue malah nyanyi.
Lanjut, dengan amat terpaksa dan butuh stamina yang ekstra serta nyali yang besar,. Muke gila tanjakannya tegap bener, berasa kaya manjat tembok aja. Tapi benar sekali tepat satu jam kami sampai di puncak, dan tak lupa gue photo kekinian dengan meggunakan plakat, biar di kira anak gunung.
Sekian cerita gue,kita sambung lagi dengan cerita berbeda
See you gaes......
Hobby naik gunung juga bro ? Gua juga, cuman ada memanjat gunung kurang nikmat kalau nggak dipegang ckck
ReplyDelete